Tuesday, July 20, 2010

Banyak Baca Banyak Rejeki !!!

Life is full choices, dalam menentukan suatu pilihan pasti akan mendatangkan tradeoff terhadap pilihan lainnya. Jika kita memilih membaca maka jadikan aktivitas tersebut agar mendatangkan return on investment (RoI) yang maksimal dikemudian hari


Ketika berniat untuk melakukan aktivitas M-E-M-B-A-C-A, kita sebagai pelajar dan bahkan mahasiswa kebanyakan masih terlalu disibukan dengan igauan hedonisme dunia yang membuai secara indahnya. Misalnya saja hangout di tempat-tempat gaul, shopping, main games, bersosialisasi (a.k.a ngemeng2 ga jelas) dll. Padahal membaca sangat memberikan banyak benefit baik secara langsung maupun tidak langsung. Nampaknya iklan layanan masyarakat baru2 ini yang memiliki tagline banyak baca banyak rejeki sangat efektif dan bisa mendoktrin masyarakat bahwa diera teknologi informasi ini tidak berlaku lagi banyak anak banyak rejeki.

Terkait dengan judul diatas, penulis menganalogikan tagline tersebut dalam pemanfaatan resources dengan baik (Hardwick, ekonom sumber daya alam). Model ini tentang tipe orang yang mau berusaha dan gemar membaca sert a mereka yang terkesan acuh dengan membaca dan lebih memprioritaskan aktivitas hedonisme yang semu tanpa memperhitungkan dampak kedepan bagaimana dengan tingkat produktivitas dan kualitas hidup seseorang.


Gambar A= Tipe orang yang tidak peduli dan tidak mau membaca sehingga produktivitas dan kualitas hidupnya rendah (misalnya pada usia 25-20 tahun sulit mencari pekerjaan bahkan menjadi pengangguran

Gambar B = Penurunan drastis dari to ke t, tipe ini masih dikategorikan sebagai pembaca, lumrahnya hal ini disebabkan oleh ketatnya persaingan dunia kerja dan umur seseorang yang terus bertambah, ditandai dengan penurunan kinerja.

Gambar C = Orang yang terus membaca dan mengasah kompetensi yang dimilikinya, sehingga terdapat lag yang panjang untuk memanfaatkan produktivitas.

Gambar D = kasus dimana orang terus membaca dan mengamalkan konsep pembelajaran seumur hidup menuju ke arah insan paripurna.

Mindset membaca sebagai beban harus dikubur dalam2, jadikan membaca sebagai upaya menimba pengetahuan dan informasi yang dilakukan secara sadar, berkesinambungan dan terus menerus agar tidak menjadi orang yang terbelakang. Tetapi semuanya kembali kepada diri kita masing-masing. Life is full choices, dalam menentukan suatu pilihan pasti akan mendatangkan tradeoff terhadap pilihan lainnya. Jika kita memilih membaca maka jadikan aktivitas tersebut agar mendatangkan return on investment ( RoI) yang maksimal dikemudian hari


Tips dan trik membaca yang asyik …
1. Jangan sering mengulang bacaan, lebih baik buat catatan penting
Bukan tidak baik membaca berulang-ulang, tetapi lebih baik saat membaca kita membuat poin2 catatan penting sendiri sehingga kita bisa lebih memahami, menjelaskan isi text-book dengan bahasa kita sendiri bahkan memberikan pemikiran sendiri terhadap suatu bacaan

2. Baca Ekstensif VS Baca Intensif
Hal ini erat kaitannya dengan siapapun yang akan menghadapi “ujian”. Sistem kebut semalam (SKS) bukan merupakan suatu solusi instan, cepat hafal akan cepat lupa. Minimalisir untuk mendapat nilai bagus hanya sekedar menghafal. Itulah realita yang melanda pelajar atau mahasiswa di negeri ini. Sistem pendidikan yang mematok nilai tertentu (misal 65) sebagai standar kelulusan membuat para siswa berjuang belajar mati2an hanya dari text-book saja tanpa menjamah sumber literatur lain. Padahal idealnya wawasan perlu diperluas (eskstensif) dari sumber lainnya kemudian setelah itu ke step insentif (pemahaman) yang mutlak antara explicit knowledge dan tacit knowledge

3. Ubah nasib dengan membaca

Jangan pasrah terhadap takdir, berusahalah mengubahnya dengan membaca. Prinsip banyak membaca banyak lupa merupakan asumsi orang yang sebenarnya MALAS membaca. Asalkan kita membiasakan membaca dengan penuh rasa ingin tahu dan tanpa beban, maka karakter membaca sebagai suatu gaya hidup akan menjadi kebutuhan. Ikutlah kompetisi2 penulisan yang ada untuk melatih kreativitas diri kita masing2.

4. Membaca dan bergaul : Suatu korelasi positif

Anugerah waktu 1X24 jam diberikan Tuhan YME sama untuk kita semua, tinggal bagaimana kita dapat memanagenya dengan baik. Jangan terlalu berlebihan dalam belajar, ingat gaul juga perlu. Jangan sampai kita cerdas tetapi kuper, seperti kasus mhs UI yang lulus dengan predikat CUM LAUDE tetapi performancenya di dunia kerja kurang baik akibat kurang bersosialisasi. Hiduplah dengan penuh keseimbangan, menjadi insan paripurna yang berprestasi tanpa lupa bergaul, tetapi ingat ada batasan yang perlu dijaga, jgn sampai kita kehilangan identitas diri karena salah gaul.

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, June)
Siti Badriah - Lagi Syantik