Tuesday, July 20, 2010

Dracula, Lebih Kejam Dari ”Si Penghisap Darah”

Q : Dracula, beneran ada ngga sih?
  • ADA, tapi sosoknya bukan seperti yang terdapat di novel Bram Stoker (abad 19), dimana Dracula dikisahkan sebagai vampir yang merupakan reinkarnasi dari dracula dan menjadi wabah mengerikan yang suka menghisap darah korban dengan cara menggigit leher korban sehingga muncul dua titik hitam bekas luka gigitan.
  • Itu hanya MITOS yang awalnya muncul di kalangan petani Transylvania, yakni karena Dracula adalah pemuja setan yang meminum darah maka sosoknya akan abadi dan tidak akan pernah mati walaupun kepalanya telah dipenggal.
  • Sosoknya ketika beraksi digambarkan berjubah pangeran karena negara barat menganut agama Katholik, dimana mayat seorang yang mati akan dikuburkan dengan pakaian lengkap memakai jas dan sarung tangan.

Q : Lantas kalau hanya MITOS kenapa Dracula dikatakan ADA?
Sejarahwan dan para peneliti banyak yang telah membuktikan dan menulis tentang keberadaan Dracula versi ASLI tersebut.

Q : Bagaimana sejarah singkat Dracula?  
  • Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman (wakil Islam) dan Kerajaan Honggaria (wakil Kristen) semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia. Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel (benteng Kristen) ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman. 
  • Dalam Perang Salib tersebut Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam perang inilah Dracula banyak melakukan pembantaian terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang akan digambarkan pada tulisan di bawah ini.

Q : Kekejaman Dracula apa yang dikatakan LEBIH KEJAM dari menghisap darah?
  • Penyulaan (Impalement), paling digemari Dracula dan sebagian korbannya mati dengan cara ini. Sula merupakan kayu yang diameternya sebesar lengan orang dewasa berujung runcing, bagian yang ditusuk adalah dubur atau liang kemaluan perempuan. Tentu saja setelah sula dipancangkan diatas tanah maka ujung runcing sula akan menembus ke kepala, mulut, dada, punggung, atau tenggorokan dan setelah itu dibiarkan sampai mayat tersebut membusuk. Tindakan gila ini dilakukan dengan mengerahkan 20.000 prajuritnya yang dilakukan secara bersamaan. Hal ini dilakukan dengan perasaan sangat tenang dan sudah menjadi kebiasaan yang ia lakukan ketika kecil hobinya menangkap dan menusuk-nusuk kecoa, tikus, laba-laba, dan burung
  •  Pemotongan payudara perempuan dan merusak organ seksual, apabila setelah dipotongnya payudara wanita tersebut belum mati maka organ intimnya akan ditusuk dengan kayu semacam sula. Menurut psikolog, Dracula seorang psikopat yang haus akan darah 
  • Merebus korban hidup-hidup, setelah korban yang direbus mati lalu parajuritnya diperintahkan untuk memotong-motong tubuh korban yang kemudian diberikan kepada binatang buas peliharaan Dracula (harimau dan buaya). Dr. Thomas Mcdevitt mengatakan Dracula menderita kecanduan akan darah, cirinya lingkaran gelap dibawah mata, pipi cekung dan kulitnya pucat. 
  • Menguliti kepala dan bagian tubuh lainnya, yang dilakukan saat korban masih hidup. 
  • Mencekik, korban berjongkok, tangannya diikat kebelakang, dileher korban dilingkarkan kawat dengan kedua ujungnya dipegang Dracula. 
  • Memotong otot-otot tertentu, biasanya yang dipotong adalah otot lutut sehingga korban lumpuh seumur hidup. Hal ini sering menimpa para petani miskin yang tidak mampu membayar upeti. 
  • Memotong hidung dan telinga, temasuk kategori ringan untuk Dracula. 
  • Membutakan mata, dengan cara menuangkan timah cair panas ke dalam mata dan dengan cara mencongkelnya. Biasanya dilakukan kepada mata-mata. 
  • Membakar hidup-hidup, korban secara massal dimasukan ke dalam rumah, pintunya dikunci kemudian dibakar. 
  • Memaku kepala, jarang dilakukan Dracula karena korban biasanya akan langsung mati.
  • Memangsakan si korban pada binatang buas, yaitu harimau dan buaya yang berada didalam parit (lebar 5-7 meter) disekitar benteng Dracula. 
  • Menarik korban dengan dua kuda. 
  • Memendam tubuh korban, korban dimasukan kedalam lubang setinggi pusar kemudian ditembaki dan biasanya dilakukan secara massal. 
  • Memanggang, hal ini biasanya dilakukan kepada korban penyulaan, apabila mereka masih hidup maka mereka akan dipanggang seperti hewan buruan.

Q : Bagaimanakah kisah kematian si ”Biadap” Dracula setelah melakukan kekejaman yang telah disebutkan diatas?
  • Dracula sangat kontroversial baik ketika dia hidup maupun sudah mati, ada beragam versi yang mengisahkan kematiannya, antara lain : 
  • Dracula mati terbunuh oleh prajuritnya sendiri, prajurit tersebut tidak lain adalah bayaran para tuan tanah yang sangat membenci Dracula. 
  • Terbunuh oleh prajurit Turki Ottoman yang menyamar menjadi pelayan. Dracula ditikam pada saat beristirahat di tenda. Prajurit ini merupakan Yanisari (unit khusus yang dibentuk Sultan Mahmed II). 
  • Karena prajuritnya salah paham. Mereka membunuh Dracula karena mengira Dracula bagian dari turki ottoman. Dracula sering menyamar agar dapat dengan mudah masuk ke tenda komandan pasukan musuh. 
  • Dibunuh oleh para pengawalnya yang berasal dari Moldavian karena kecewa akibat kekalahan yang diderita oleh pasukan Dracula ketika berperang melawan pasukan Bulan Sabit. 
  • TAPI, DARI SEMUA PERBEDAAN TERSEBUT, terdapat persamaan yaitu kepala Dracula dipenggal dan kemudian di bawa ke konstantinopel sebagai bukti Dracula telah terbunuh.


LANTAS DIMANA KEPALA DRACULA?, ada dua versi: 
  1. Setelah dipancang di alun-alun dan masyarakat Turki melihatnya kepala Dracula di buang ke sungai 
  2. Diselamatkan oleh para biarawan dari biara Snagov. Saat kepala Dracula akan di buang ke sungai, biarawan mengirim prajurit untuk meminta kepala Dracula, kemudian mereka bertemu di tengah jalan dan biarawan menyogok prajurit islam dengan uang yang banyak sehingga kepala tersebut diserahkan saja. Setelah itu keberdaaan kepala Dracula tidak jelas lagi.

MISTERI KUBURAN DRACULA, juga terdiri dari beragam versi pula, 
  • Dracula tewas di rawa dekat Danau Snagov, atas permintaannya ia dikuburkan di biara Snagov (ditengah danau Snagov terdapat pulau kecil yg merimbun hijau). Tempat tersebut menjadi favorit Dracula semasa masih hidup karena sangat tenang dan jauh dari keramaian. 
  • Kuburnya ada persis di depan altar gereja. Pada tahun 1931-1932, arkeolog Rumania (Dinu Rosseti) menggali kuburan tersebut tetapi kosong. Di jelaskan secara ilmiah oleh Constantin Gurescu Dracula telah mengalami pelapukan dan kemudian menyatu dengan tanah karena tempat tersebut memiliki kelembaban yang sangat tinggi sehingga pelapukan lebih cepat. 
  • Makam Dracula ada di pintu masuk gereja, setelah digali ternyata terdapat lelaki memakai baju bangsawan tempo dulu dan cincin, tetapi KEPALANYA KERANGKANYA MASIH UTUH. (bukan mayat Dracula tapi mayat bangsawan lain) 
  • Pendapat lain mengatakan Dracula dikuburkan di depan altar namun di gali kembali oleh biarawan dan kemudian di pindahkan ke tampat lain agar mayat Dracula tidak diambil oleh pasukan Turki Ottoman. 
  • Pendapat yang lain lagi, setelah mayat Dracula disemayamkan di gereja Snagov diambil lagi oleh para biarawan, mayat tsb dipotong-potong dan bagiannya-bagiannya disimpan di gereja-gereja Eropa. (sesuai kebiasaan agama Katolik yang menyimpan relik para santo di beberapa tempat). 
  • Versi terakhir mengatakan, mayat Dracula dikuburkan di konstantinopel bersama kepalanya, namun bukti yg membenarkan pendapat ini tidak pernah ada.

Q : Jadi Dracula bukan si ”penghisap darah”?  
  • BUKAN.. 
  • Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab. Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri. Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania, Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya. 
  • Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam (Sultan Mahmud II atau Sultan Mahmed II) dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka. 
  • Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat-khususnya umat Islam sendiri-yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula.

Q : Apa sih tujuan barat menutup-nutupi sosok Dracula dan mengaburkan tokoh aslinya menjadi si ”penghisap darah”? 
Tidak lain merupakan penjajahan sejarah yang sebenarnya tidak kalah bahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain (politik, ekonomi, budaya, dll). Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah.

Q : Ada ngga bukti lainnya yang bisa dijelaskan secara ilmiah kLo Dracula itu Cuma mitos?  
  • Sejumlah kelainan yang diperkirakan bertanggung jawab atas lahirnya legenda Dracula : 
  • Porphyria, merupakan sejenis penyakit darah yang sangat jarang. Penderitanya tidak dapat memproduksi komponen darah merah, yang ditunjukkan dengan : sensitif terhadap matahari, luka yang tidak mudah sembuh, kulit di sekitar bibir dan gusi menjadi kaku dan menyebabkan gigi taring menjadi terlihat lebih jelas. 
  • Haemotodipsia, sejenis kelainan dimana penderita tampak senang jika melihat banyak darah berceceran. Contoh dari penderita kelainan diatas adalah Vlad Tepes, yang menginspirasi Bram Stoker mengarang novel ”Dracula” pada abad 19.


Referensi
  • Hyphatia Cneajna. November 2007. Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib. Yogyakarta: Navila Idea. 
  • Majalah Animonster. Agustus 2002.

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, October)
Britney Spears - I Wanna Go