Friday, September 02, 2011

Inovasi TPT Versi 20 Dosen Expert FEUI

Berdasarkan hasil survei BI (Desember 2010), 23.036 dari 29.469 (sekitar 78%) industri besar dan sedang di indonesia memiliki kemampuan inovasi rendah (skor < 0,5), termasuk didalamnya industri TPT. Indoneisa hanya memiliki 5.925 (sekitar 20%) industri yang tergolong tingkat inovasinya sedang dengan skor antara 0,5 - 1,5. Bahkan skor industri yang memiliki inovasi yang lebih tinggi (skor > 1,5) hanya 498 industri atau hanya 2% saja.

Penyebab tingkat industri secara keseluruhan di Indonesia rendah adalah: (1) Penggunaan mesin-mesin yang sudah tua dan teknologi usang; (2) Minimnya tenaga ahli setingkat strata-1 (S-1) dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) masih terbatas; serta (3) Rendahnya aktivitas R&D termasuk alokasi anggaran untuk R&D.

Industri TPT memiliki pengaruh yang cukup penting dalam hal pertumbuhan ekonomi, ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, disisi lain banyak permasalahan yang dihadapi sehingga eksistensinya sebagai industri unggulan patut dipertanyakan. Kontribusi kemampuan ekspor industri nasional untuk tekstil dan garmen sejak tahun 1990 hingga 2005 peranan dan kinerjanya terus mengalami penurunan (BPS, Indikator Ekonomi Berbagai Edisi). Kemudian fase atau siklus perkembangan TPT Indonesia pada tahun 2007 s.d 2010 ditandai dengan kinerja ekspor cenderung fluktuatif, komposisi impor semakin tinggi dan net ekspor yang kian menurun (Arfiansyah, 2011). Oleh kerena itu diperlukan inovasi dalam industri TPT Indonesia. Berikut ini akan diuraikan oleh 20 dosen expert FEUI (jurusan Ilmu Ekonomi) tentang variabel utama yang berpengaruh terhadap inovasi industri TPT di Indonesia.

(1) Prof. Dr. Ine Minara S. Ruky
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Semakin tinggi pengeluaran perusahaan untuk R&D, semakin besar potensi perusahaan untuk melakukan inovasi.

(2) Prof. Lepi. T. Tarmidi, Ph.D
Variabel Utama: Tenaga ahli (setingkat Strata-1)
Di industri TPT tidak diperlukan adanya inovasi. Inovasi itu adalah mengenai teknologi baru atau penemuan produk baru. Di TPT, baik dalam produksi bahan kain maupun pakaian jadi adalah design product atau kreativitas, bukan inovasi. Jadi faktor terpenting adalah mempekerjakan tenaga ahli designer yang berbakat, tidak mutlak perlu harus lulusan S1.

(3) Prof. Miranda S. Goeltom, Ph.D
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
It will affect consumer’s preference, market’s capacity, and export intensity.

(4) Prof. Suahasil Nazara, Ph.D
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Alokasi anggaran dan aktivitas R&D mencerminkan dan prasyarat tingkat inovasi.

(5) Dr. Andi Fahmi Lubis
Variabel Utama: Mesin dan teknologi
Industri TPT adalah industri yang bukan high-tech sehingga R&D tidak terlalu penting, tetapi inovasi (dan kualitas) sangat dipengaruhi oleh umur mesin. Selain itu industri TPT saat ini sudah berkembang menjadi industri yang high capital intensive sehingga capital stock output ratio juga sangat penting. Terakhir, industri TPT pada dasarnya banyak memproduksi barang-barang yang dilindungi oleh paten seperti merek. Jadi untuk melihat inovasi, penting untuk melihat apakah produk TPT memproduksi barang yang memiliki paten atau tidak (branded).

(6) Arianto Arif Patunru, Ph.D
Variabel Utama: Price Cost Margin
It is price that matters the most. Harga yang “benar” akan tertransmisikan menjadi insentif berproduksi, dan termasuk insentif pengembangan R&D.

(7) Arindra Artasya Zainal, Ph.D
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Yang paling utama tentunya adalah ketersediaan anggaran untuk melakukan R&D. Bila perusahaan menyadari hal ini dengan baik, artinya perusahaan tersebut menyadari bahwa ia perlu melakukan sesuatu untuk meningkatkan daya saing produknya. Tanpa kesadaran untuk melakukan R&D menunjukkan bahwa perusahaan itu tidak mengerti bagaimana menjual barangnya di pasar yang sangat dinamis ini.

(8) Dr. Aris Yunanto
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Pentingnya membuat R&D yang fleksibel dalam hal anggaran dan aktivitasnya akan menjadikan inovasi pada bahan baku, proses produksi, dan sistem informasi lainnya dalam sebuah perusahaan akan semakin menaikkan jumlah output, memberikan tambahan efisiensi proses, dan penghematan total biaya. R&D yang baik dengan didukung oleh sumber daya manusia dan teknologi yang up to date akan membuat bisnis yang dibangun menjadi berkelanjutan.

(9) Dr. Beta Yulianita Gitaharie
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Untuk melakukan inovasi, perlu dilakukan R&D, untuk R&D harus secara sadar dialokasikan dana oleh perusahaan.

(10) Diah Widyawati, Ph.D.
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Inovasi bersumber dari penelitian dan pengembangan (R&D) yang terus-menerus walaupun dalam skala kecil. Di industri TPT, R&D seharusnya difokuskan dalam peningkatan kualitas tekstil dan design produk.

(11) Dr. Telisa Aulia Falianty
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Budaya dan aktivitas R&D sangat penting untuk menciptakan inovasi.

(12) T.M. Zakir Machmud, Ph.D
Variabel Utama: Tenaga ahli (setingkat Strata-1)
Inovasi di industri ini sangat erat kaitannya dengan sumber daya manusia. Oleh karena itu hal terpenting adalah kualitas SDM di industri ini. Tentu saja untuk mewujudkan ide-ide kreatif perlu ditunjang oleh perlengkapan dan teknologi yang memadai seperti permesinan yang modern. Hal lainnya adalah kebijakan eksternal, seperti misalnya kebijakan paten, yang bertujuannya untuk lebih mengapresiasi hasil ide-ide kreatif dari SDM di dalam industri ini.

(13) Ayudha D. Prayoga, M.A
Variabel Utama: Preferensi konsumen atas kualitas dan harga
Sifat pasar TPT adalah consumer oriented. Inovasi yang mungkin adalah mengarahkan preferensi konsumen atas kualitas dan atau design.

(14) Dewi Ratna Sjari Manaf, M.Si
Variabel Utama: Mesin dan teknologi
Mesin dan teknologi, karena produktivitas dari mesin baru tentu lebih baik dari mesin-mesin tua. Demikian juga dengan teknologi, teknologi yang lebih baik memungkinkan menghasilkan produktivitas dan design yang lebih baik, sehingga produk menjadi lebih andal untuk bersaing di pasar baik dari segi harga maupun design.

(15) Faisal Basri Batubara, M.A
Variabel Utama: Alokasi anggaran dan aktivitas R&D
Inovasi hampir mustahil tanpa adanya alokasi anggaran untuk aktivitas R&D yang memadai (tidak sekedar ada).

(16) Lydia Napitupulu, M.Sc
Variabel Utama: Intensitas ekspor
Karena di masa kini pasar ekspor sangat berpengaruh terutama untuk produk-produk dengan value yang tinggi. Baik dari sisi marginal profit maupun total profit, pasar ekspor lebih menjanjikan dari pasar domestik.

(17) Nanda Nurridzki, M.E
Variabel Utama: Mesin dan teknologi
Permasalahan yang dihadapi oleh TPT indonesia, seperti kondisi mesin yang tua, ketergantungan bahan baku impor yang tinggi, produktivitas tenaga kerja yang rendah, termasuk kondisi eksternal yang ikut mempengaruhi, seperti kondisi infrastruktur yang menambah cost, pasokan energi, dll. Kondisi mesin yang tua memang bisa dikaitkan dengan inovasi, tapi mungkin bisa terkait dengan efektivitas mesin dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan dengan jumlah yang optimal.

(18) Puput Kurniati, MIDEc
Variabel Utama: Tenaga ahli (setingkat Strata-1)
Faktor utama yang paling berpengaruh terhadap proses inovasi adalah human resource dalam pilihan diwakili oleh tenaga ahli (setingkat S1) karena ide kreatif ataupun pengembangannya sangat tergantung dari kemampuan dan kemauan SDM nya. Namun tentu saja hal tersebut harus didukung oleh fasilitas pendanaan maupun teknologi yang memadai sehingga ide kreatif tersebut bisa terrealisasi.

(19) Tjahjanto Budisatrio, M.Ec
Variabel Utama: Kebijakan paten
Jika produk dipaten maka intensive peneliti untuk tidak ditiru, sehingga memaksa orang untuk berinovasi. Tanpa tidak ada jaminan paten yang benar maka tidak akan ada inovasi.

(20) Uswatun Hasanah, M.S.E
Variabel Utama: Mesin dan teknologi
Hal paling mendasar yang mempengaruhi tingkat competitiveness dan inovasi pada industri TPT adalah mesin dan teknologi serta alokasi anggaran R&D. Mesin dan teknologi merupakan faktor yang sangat penting karena inovasi ditopang oleh penguasaan TPT atas teknologi. Akan sangat berbeda, baik kualitas ataupun kuantitas, jika dari perusahaan yang menggunakan dan tidak menggunakan teknologi. Selain itu, alokasi budget juga tidak kalah penting untuk mendukung dan membiayai penguasaan mesin dan teknologi

Berdasarkan hasil output yang dapat disimpulkan yaitu variabel alokasi anggaran dan aktivitas R&D mempunyai tingkat kesepakatan/keselarasan yang paling dominan, penyebabnya adalah variabel tersebut mencerminkan dan prasyarat tingkat inovasi. Empat variabel lainnya yang berpengaruh terhadap tingkat inovasi industri TPT di Indonesia yaitu mesin dan teknologi, kebijakan paten, tenaga ahli, dan preferensi konsumen atas kualitas dan harga.

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, July)
Celine Dion - I'm Alive