Friday, September 02, 2011

Optimalisasi Industri TPT Sebagai Andalan Dalam KPIN

w/ Prof. Miranda S. Goeltom, Ph.D (Guru Besar FEUI dan Deputi Senior Gubernur BI) & Prof. Dr. Ine Minara S. Ruky (Guru Besar FEUI dan Pembimbing Skripsi)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi industri TPT di Indonesia yang diduga telah memasuki sunset industry, akan tetapi dengan beragam permasalahan dan kinerja yang fluktuatif, industri ini dijadikan industri unggulan dalam Kebijakan Pembangunan Industri Nasional (KPIN). Oleh karena itu, tujuan pertama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat optimalisasi industri TPT di Indonesia dan merumuskan kebijakan berdasarkan hasil perhitungan optimalisasi. Analisis data menggunakan model Linear Goal Programming (LGP), diolah menggunakan software LINDO 6.1.


Berdasarkan hasil analisis, solusi optimal yang dihasilkan jika mengacu pada klasifikasi skenario 1 (sub-sektor hulu, menengah, dan hilir) maka banyaknya produksi TPT sub-sektor hilir adalah 915.106,5 ton, volume TPT sub-sektor hilir yang diekspor sebanyak 876.937,375 ton dan sub-sektor menengah yang diekspor sebanyak 38.169,089844 ton. Adapun tingkat pencapaian tujuan ekonomi industri TPT dengan skenario 1 yaitu penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.279.672 orang, penerimaan nilai tambah sektor industri sebesar (US$ 000) 12.825.000, dan penerimaan ekspor sebesar (US$ 000) 6.513.595.


Solusi optimal yang dihasilkan jika mengacu pada klasifikasi skenario 2 (serat, benang, kain, pakaian jadi, dan produk TPT lainnya) maka banyaknya produksi benang adalah 2.873.254 ton, produksi kain adalah 1.559.131,5 ton, produksi pakaian jadi adalah 800.548 ton, produksi produk TPT lainnya adalah 114.558,84375 ton. Kemudian volume kain yang diekspor sebanyak 4.432.385,5 ton dan volume pakaian jadi yang diekspor sebanyak 915.106,875 ton. Tingkat pencapaian tujuan ekonomi industri TPT dengan skenario 2 yaitu penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.991.261 orang, penerimaan nilai tambah sektor industri sebesar (US$ 000) 43.848.650, dan penerimaan ekspor sebesar (US$ 000) 12.170.000.


Berdasarkan solusi optimal dan hasil analisis terhadap manfaat ekonomi industri TPT di Indonesia, keputusan optimal yang diambil dapat didasarkan pada dua pertimbangan. Pertama, jika melihat kondisi penurunan daya saing industri TPT terhadap negara lain pada tahun 2009, maka hasil perhitungan berdasarkan skenario 1 yang dijadikan acuan dalam industri. Hal ini dilakukan karena industri TPT sub-sektor hulu dan menengah kurang efisien. Kedua, jika didasarkan pada potensi industri TPT yang ada pada tahun 2009 maka hasil perhitungan berdasarkan skenario 2 yang dijadikan acuan dalam industri TPT. Namun dengan syarat, bahwa industri TPT harus lebih berdaya saing agar misi dalam KPIN dapat tercapai.


Tujuan kedua dalam penelitian ini untuk mengetahui produktivitas industri TPT di Indonesia, produktivitas diproxy oleh inventory investment. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data persediaan, produksi, penjualan, dan tenaga kerja industri TPT periode 1975 – 2008. Analisis data menggunakan model Random Effect dengan metode Pooled EGLS (Cross-Section Random Effects), diolah menggunakan software Eviews 6. Hasil penelitian ini menunjukkan inventory investment dipengaruhi oleh variabel produksi, ketersediaan tenaga kerja, prediksi penjualan tahun mendatang, dan persediaan tahun sebelumnya. Dengan memperhatikan keempat variabel tersebut, maka dapat ditentukan tingkat inventory investment yang efisien tiap perusahaan dalam industri, dengan tujuan produktivitasnya mencapai optimal.


Terakhir, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 5 variabel utama yang mempengaruhi inovasi industri TPT di Indonesia. Analisis data menggunakan metode statistik non parametrik (analisis Kendall), diolah menggunakan software SPSS 11. Kuesioner didistribusikan kepada 20 dosen expert FEUI, hasil output yang dapat disimpulkan yaitu variabel alokasi anggaran dan aktivitas R&D mempunyai tingkat kesepakatan/keselarasan yang paling dominan, penyebabnya adalah variabel tersebut mencerminkan dan prasyarat tingkat inovasi. Empat variabel lainnya yang berpengaruh terhadap tingkat inovasi industri TPT di Indonesia yaitu mesin dan teknologi, kebijakan paten, tenaga ahli, dan preferensi konsumen atas kualitas dan harga.


Kata kunci: Optimalisasi Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Sebagai Andalan Dalam Kebijakan Pembangunan Industri Nasional (Arfiansyah, 2011).



0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, June)
Siti Badriah - Lagi Syantik