Sunday, July 29, 2012

Rating Stabilitas ASEAN 2012


Berdasarkan Failed State Index (FSI) yang dirilis FFP (Found for Peace) pada tanggal 18 Juni 2012 lalu, Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 178 negara yang masuk dalam kategori negara-negara dalam bahaya (in danger) menuju negara gagal. Rilis yang dipublikasikan di Washington DC, Amerika Serikat tersebut mengatakan Indonesia menjadi negara gagal karena tiga faktor, yaitu (1) tekanan demografis, yang menyebabkan masalah degradasi lahan serta tergusurnya warga karena masalah lingkungan; (2) ketidakpuasan kelompok, yang menimbulkan banyak aksi demonstrasi serta kekerasan terhadap kelompok minoritas; (3) tekanan sosial, sehingga melebarnya jurang antara kaya dan miskin.

Peringkat FSI diurutkan berdasarkan 12 indikator dan lebih dari 100 sub-indikator, setiap indikator dinilai pada skala 1-10. Penilaian dilakukan berdasarkan analisis dari jutaan dokumen yang tersedia untuk publik, data kuantitatif, dan penilaian para analis. Di kawasan ASEAN, Indonesia kalah dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Namun Indonesia unggul dari Myanmar, Timor Leste, Kamboja, Laos, dan Filipina. Berikut adalah urutan 11 negara gagal di kawasan ASEAN.
  1. Myanmar (peringkat 21)
  2. Timor Leste (peringkat 28)
  3. Kamboja (peringkat 37)
  4. Laos (peringkat 48)
  5. Philipina (peringkat 56)
  6. Indonesia (peringkat 63)
  7. Thailand (peringkat 84)
  8. Vietnam (peringkat peringkat 96)
  9. Malaysia (peringkat 110)
  10. Brunei Darussalam (peringkat 123)
  11. Singapura (peringkat 157)

Predikat negara gagal peringkat 1 yaitu Somalia dengan indikator terorisme, pemberontakan, pemerintahan tidak efektif, pelanggaran hukum meluas, kejahatan, dan serangan aksi bajak laut terhadap kapal-kapal asing. Sementara, predikat negara terbaik dalam FSI yaitu negara Finlandia (peringkat 178), Swedia (peringkat 177), dan Denmark (peringkat 176). Ketiga negara tersebut unggul dalam indikator sosial dan ekonomi yang kuat, pelayanan publik sangat baik, serta menghormati supremasi hukum dan HAM.

Dengan pemahaman tentang negara gagal tersebut, Indonesia perlu memperhatikan poin yang menjadi indikator penilaian sehingga menjadi tantangan bagi nasional Indonesia untuk tetap menjaga stabillitas. Ke depan, jelas tantangan upaya menjaga stabilitas dalam segala aspek menjadi sangat berat, seperti dalam bidang ekonomi (mempercepat pemulihan dan menjaga pertumbuhan dan pembangunan ekonomi); bidang keamanan dan militer (menjaga keutuhan wilayah RI dan menciptakan stabilitas dan keamanan regional); bidang eksternal (mengelola hubungan setara dan berkeuntungan timbal balik dengan anggota masyarakat internasional lainnya); bidang politik (membangun dan mengkonsolidasikan demokrasi); dan bidang sosial (memulihkan stabilitas internal, khususnya penegakan law and order, dan menyelesaikan dan mencegah konflik-konflik komunal).

Berikut adalah rating stabilitas di kawasan ASEAN tahun 2012:

Skor detail rating stabilitas di kawasan ASEAN tahun 2012:

Berdasarkan rating di atas, di antara negara ASEAN, Indonesia unggul (posisi 3 besar) dalam hal stabilitas eksternal dan politik, namun cenderung lemah dalam hal stabilitas sosial. Kesimpulan lain yang dapat dilihat yaitu stabilitas berkorelasi positif dengan indeks negara gagal. Hal ini bisa kita lihat pada urutan peringkat pada indeks negara gagal hampir sama dengan rating stabilitas. Berarti agar terhindar dari negara gagal, tiap negara harus mempertahankan stabilitas kawasannya. Lima stabilitas yang dimaksud akan diuraikan sebagai berikut:

Stabilitas Ekonomi
Stabilitas perekonomian merupakan prasyarat dasar untuk tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan. Stabilitas perekonomian sangat penting untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi. Perekonomian yang tidak stabil menimbulkan biaya yang tinggi bagi perekonomian dan masyarakat.

Stabilitas Keamanan dan Militer
Stabilitas keamanan negara yang dimaksud adalah Pertahanan Keamanan (Hankam). HanKam diperlukan dalam menjaga fungsi ketertiban umum guna pemeliharaan ketertiban masyarakat, kelancaran roda pemerintahan dan segenap perangkatnya serta kegiatan segenap masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Fungsi keamanan rakyat wajib diselenggarakan guna menanggulangi dan atau meniadakan gangguan atau subversi yang dapat menimbulkan terganggunya stabilitas keamanan. Sementara, fungsi perlindungan rakyat diselenggarakan guna menanggulangi gangguan ketertiban masyarakat.

Stabilitas Eksternal
Stabilitas eksternal juga penting dikelola agar dapat menunjang stabilitas lainnya. Bentuk upaya menjaga stabilitas eksternal misalnya dengan mengelola hubungan setara dan berkeuntungan timbal balik dengan anggota masyarakat internasional lainnya.

Stabilitas Politik
Stabilitas politik akan tercapai jika seluruh lini pemerintahan dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal, selain itu fungsi pengawasan oleh rakyat juga berjalan dengan semestinya. Indikator lain politik yang stabil yaitu tiap kali pemilu diadakan, maka tingkat partisipasi rakyat harus lah tinggi dan jumlah orang-orang yang golput harus ditekan seminimal mungkin.

Stabilitas Sosial
Masalah sosial sering muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok (kesenjangan) antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Selain itu penyebab lainnya adalah jika seorang anggota masyarakat gagal memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan dan kekerasan. Oleh karena itu, kita harus menjaga stabilitas sosial. Perwujudannya dapat dilakukan dengan memulihkan stabilitas internal, khususnya penegakan law and order, dan menyelesaikan dan mencegah konflik-konflik komunal.

1 comment:

  1. Nitip tulisan ah,.. :)

    http://mahadarmaworld.wordpress.com/2011/02/08/mempertentangkan-indonesia-negara-gagal/

    ReplyDelete

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, July)
Celine Dion - I'm Alive