Thursday, March 07, 2013

Indonesia Belum Optimal Dalam Memanfaatkan Peluang kerjasama ACFTA

ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara negara-negara ASEAN dengan Republik Rakyat China mengenai Framework Agreement on Comprehensive Economic Co-operation between the Association of South East Asian Nations and the People’s Republic of China, yang ditandatangani di Phnom Penh, pada 4 Nopember 2002.

Tujuan Framework Agreement ACFTA adalah: (1) memperkuat dan meningkatkan kerjasama perdagangan kedua pihak; (2)  meliberalisasikan perdagangan barang dan jasa melalui pengurangan atau penghapusan tarif; (3) mencari area baru dan mengembangkan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan kedua pihak; dan (4) memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dengan negara anggota baru ASEAN dan menjembatani kesenjangan yang ada di kedua belah pihak. Dalam Framework Agreement, para pihak menyepakati untuk memperkuat dan meningkatkan kerjasama ekonomi melalui: (1) penghapusan tarif dan hambatan non tarif dalam perdagangan barang; (2) liberalisasi secara progressif barang dan jasa; dan (3) membangun regim investasi yang kompetitif dan terbuka dalam rangka ASEAN-China FTA. 

Indonesia masih belum optimal dalam memanfaatkan peluang-peluang kerjasama yang sebenarnya dapat diperoleh dari kesepakatan ACFTA. Mirisnya, negara-negara ASEAN lain lebih bisa memanfaatkan perjanjian kerjasama dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Indikator dalam mengukur peluang kerjasama dengan melihat ketergantungan suatu negara terhadap negara lain berdasarkan perdagangan ekspor dan impor. Penghitungannya dengan menggunakan formula Intra Indutry Trade (IIT), formula IIT = (X-M) / (X+M). Periode analisis yang digunakan yaitu rata-rata nilai ekpor dan impor 2002 s.d 2011 (dalam juta US$).

Tabel 1. Koefisien IIT Indonesia (dalam juta US$) periode tahun 2002-2011
Sumber: ITC Calculations based on UN COMTRADE statistics, diolah.
*) Periode analisis tahun 2003-2011

Berdasarkan penghitungan IIT, Indonesia (pada regional ASEAN dan China) memiliki ketergantungan ekspor yang tinggi terhadap negara Kamboja, Myanmar, Filipina dan Laos. Kemudian, Indonesia memiliki ketergantungan impor yang tinggi dengan negara Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura.

Indonesia Memiliki Ketergantungan Ekspor Terhadap Kamboja dan Ketergantungan Impor Terhadap Brunei Darussalam
Berdasarkan penghitungan Intra Industry Trade (IIT), Kamboja merupakan partner yang paling efisien, Merujuk statistik ekspor impor, proporsi ekpsor Indonesia ke Kamboja didominasi oleh: (1) Tobbaco and manufactured tobacco substitutes 67,92%; (2) Paper and paperboard, articles of pulp, paper and board 6,17%; dan (3) Cotton 5,05%.

Berdasarkan data tahun 2003 s.d 2010, impor terbesar Indonesia dari Brunei Darussalam mencakup didominasi oleh komoditas: (1) Mineral fuels, oils, distillation products, etc 99,46%; (2) Iron and steel 0,39%; (3) Organic Chemicals 0,07%.

Intra Indutry Trade (IIT) ASEAN dan China
Penghitungan IIT sebelumnya hanya melihat hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara lainnya di ASEAN. Pada bagian ini kita akan melihat IIT antara ASEAN secara keseluruhan dan China, mana yang lebih memiliki ketergantungan?

Tabel 2. Koefisien IIT ASEAN (dalam juta US$) periode tahun 2003-2012
Sumber: ITC Calculations based on UN COMTRADE statistics, diolah.

Berdasarkan penghitungan IIT, ASEAN memiliki ketergantungan impor terhadap negara China. Sebagai informasi, perdagangan antara ASEAN dan China jika dibandingkan dengan seluruh dunia masih sangat kecil. Total Ekspor Asean ke China hanya sekitar 8,44% dari total impor China dari seluruh dunia. Sedangkan total impor Asean dari China sekitar 8,46% dari total ekspor China ke seluruh dunia. Jadi ekspor impor ASEAN-China hanya sekitar 8 persen saja, untuk regional yang tidak terlalu jauh (secara geografis), persentase nilai perdagangan ini bisa dikatakan masih sedikit. Untuk mengetahui komditas ekspor impor terbesar antara ASEAN dan China dapat dilihat pada tabel 3 dan 4 di bawah ini.

Tabel 3. Persentase Komoditas Ekspor Terbesar ASEAN ke China tahun 2003-2012
Sumber: ITC Calculations based on UN COMTRADE statistics, diolah.

Tabel 4. Persentase Komoditas Impor Terbesar ASEAN dari China tahun 2003-2012 
Sumber: ITC Calculations based on UN COMTRADE statistics, diolah.

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, July)
Celine Dion - I'm Alive