Saturday, April 27, 2013

Fase Kehidupan Manusia

Fase kehidupan manusia berada pada range huruf B s.d D. Permulaan hidup di dunia diawali dengan proses kelahiran (Birth) dan diakhiri dengan misteri kematian (Death). Diantara B dan D, terdapat huruf C (Choices). Maksudnya ketika kita hidup di dunia, pilihan sepenuhnya ada di tangan kita sendiri, terkait akan menjalani lakon hidup yang bagaimana dan mau dibawa kemana diri kita ketika dan setelah pergi dari dunia yang fana ini. Fase kehidupan mulai dari kelahiran s.d kematian dapat dideskripsikan berdasarkan grafik Human Live Value Added Curve berikut ini. 



Gambar 1. Human Live Value Added Curve
Keterangan:
A: Seorang anak dilahirkan tanpa memiliki kemampuan apa pun, selain menangis. Seiring berjalannya waktu, kapasitas sebagai seorang manusia dari proses belajar mulai berkembang. Pada masa ini terjadi tahap pembelajaran dari bayi hingga anak-anak, kondisi tersebut merupakan fase emas dalam penciptaan nilai tambah seseorang.

B: Pada tahap ini, status sosial seseorang akan mulai tercipta lebih jelas. Anak yang dilahirkan dari keluarga yang memiliki status ekonomi yang lebih baik, akan dapat berkembang secara lebih baik dibandingkan dengan anak yang background ekonomi keluarganya kekurangan. Pada tahap ini mulai tercipta status sosial, pola pikir, dan proses penciptaan kepribadian tumbuh kembang anak. Nilai tambah yang dapat dimiliki anak-anak, berkisar antara titik A dan titik B, tergantung dari kondisi keluarga dan kapabilitas individu anak tersebut.

C&D: Usia remaja dan usia dewasa yang unggul dapat memiliki produktivitas yang tinggi sehingga dapat memberikan nilai tambah yang besar dan berkontribusi terhadap perekonomian. Pada tahap ini, kisaran nilai tambah antara manusia yang satu dengan yang lainnya berbeda, tergantung dari potensi diri, tingkat pendidikan, kemampuan berkomunikasi, dan jaringan yang dimiliki. Untuk kasus tertentu, bahkan ada remaja yang nilai tambahnya jauh melebihi nilai tambah manusia usia dewasa.
  
E: Pertambahan usia membuat produktivitas menurun, dalam arti nilai tambah yang dihasilkan juga akan menurun. Hal ini karena kemampuan dan kondisi fisik yang dimiliki manusia mulai mengalami penurunan. Upaya untuk menjaga keberlanjutan (sustainable) seseorang agar tetap produktif memang dapat dilakukan dengan beberapa hal, namun pada akhirnya manusia merupakan makhluk yang memiliki keterbatasan.

F: Tahap ketidakberdayaan menuju kematian. Usia lanjut biasanya diikuti dengan munculnya penyakit-penyakit yang mengganggu kehidupan. Entah kita akan meninggal karena sakit atau karena tua, semua itu cepat atau lambat akan terjadi. Ketika lahir kita tidak membawa apa pun, begitu pula saat kita meninggal. Kedatangan kita ke dunia diwarnai dengan tangisan, kepergian kita dari dunia juga akan diiringi oleh tangisan keluarga dan kerabat.

Pada kurva tersebut, terdapat beberapa hal yang tetap dilakukan oleh sebagian besar umat manusia walaupun tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai tindakan yang tidak masuk akal (irasional). Tindakan irasional tersebut, antara lain:
Mendewakan uang
Lebih dari separuh manusia di bumi menjadikan uang sebagai dewa, sehingga manusia tersebut bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang dan mengorbankan kesehatannya. >> Namun, ketika kesehatannya mulai terganggu, bagi orang yang mendewakan uang, mereka akan rela untuk mengorbankan kembali uang (yang telah didapatkan)-nya demi kesehatan.

Kurang bersyukur
Orang yang selalu merasa kekurangan dan atau banyak mengeluh atas kondisi yang terjadi, kehidupannya tidak akan pernah merasa puas. Dengan begitu, Ia selalu merasa khawatir berlebihan tentang kondisi masa depannya, sehingga kurang dapat menikmati keindahan hidup saat ini. Akibatnya, manusia yang kurang bersyukur tidak akan mendapatkan “indahnya kehidupan” baik saat ini maupun masa depan, mereka menjalani kehidupan seakan-akan tidak akan pernah meninggal. Kemudian, kelak mereka akan meninggal tanpa mengerti dan menikmati arti hidup yang sesungguhnya. Oleh karena itu, ada baiknya kita selalu bersyukur atas segala yang kita miliki saat ini tanpa harus menjadi sombong.

Sombong atas kepemilikan harta, tahta, dan wanita/pria rupawan
Banyak manusia yang secara sadar maupun tidak sadar menjadi sombong karena memiliki harta, pangkat, jabatan, pasangan hidup, bentuk tubuh dan raut muka yang unggul. Kesombongan dapat terjadi karena secara relatif ada manusia yang status sosialnya lebih rendah. Namun perlu diingat, semua itu hanya titipan dari Allah SWT. Tetaplah rendah hati, setinggi apa pun kedudukan kita, dan tetaplah percaya diri bagaimana pun kekurangan kita. Jangan merasa rendah diri karena miskin. Semua kedudukan manusia sama di mata Allah SWT, yang membedakan hanya amal perbuatan dan kebajikan selama kita hidup di dunia

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, June)
Siti Badriah - Lagi Syantik