Sunday, April 14, 2013

Fraud Dalam Pengadaan Alutsista

Kecurangan (fraud) >> tindakan yang ilegal dan tidak etis >> disebabkan karena kesalahan sistem >> kurangnya mekanisme pengawasan dan lemahnya fungsi pengendalian internal dalam suatu organisasi >> oleh karena itu perlu perbaikan sistem (pengawasan dan pengendalian).

Organisasi terdiri individu/masyarakat yang sangat beragam (termasuk kualitas moralnya) >> Jika skenario dibuat tidak ada pengendalian internal, maka:
  • Individu/masyarakat yang memiliki moralitas tinggi >> cenderung tidak akan melakukan kecurangan akuntansi.
  • Individu/masyarakat yang memiliki moralitas rendah >> cenderung akan melakukan kecurangan akuntansi. 

Jadi, perbaikan sistem dan moralitas memang diperlukan untuk mengatasi fraud >> Etika (moralitas) penting, namun pengendalian internal lebih penting sebagai langkah awal perbaikan dalam meminimalisir fraud.

Perbaikan sistem (pengendalian internal) >> dapat berperan sebagai “alarm” dalam mengurangi fraud >> terutama ditujukan kepada individu/masyarakat yang memiliki moralitas rendah >> “dikunci” untuk tidak melakukan fraud dan takut perbuatan curangnya akan diketahui oleh pengendalian internal >> bisa mendapatkan sanksi hukum.

Dengan adanya perbaikan sistem berupa pengendalian internal >> efektif mencegah si moralitas rendah berbuat fraud dan tindakan melanggar aturan yang lainnya >> jika tidak ada fraud, maka tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik.

Fraud Dalam Pengadaan Alutsista
Bentuk-bentuk kecurangan dalam pengadaan alutsista, antara lain:
  1. Mark-up anggaran >> terjadi penggelembungan dalam sistem penganggaran, yang meliputi biaya, volume, bahan dan kualitas >> Pada kasus mark up anggaran, bentuk fraud dalam pengadaan alutsista sangat mungkin mengalami ketidaksesuaian antara jenis yang disepakati dalam kontrak (baik spesifikasi, kuantitas, maupun kualitas alutsista). 
  2. Mark-up harga >> harga alutsista menjadi tidak wajar dari kontrak yang telah disepakati >> bentuk fraud berupa ketidaksesaian antara volume barang/jasa yang telah diselesaikan oleh penyedia barang dengan jumlah yang seharusnya sesuai kontrak, karena faktor harga yang dimark-up. 
  3. Kualitas SDM pengadaan Terkait kualitas SDM, fraud dalam pengadaan alutsista yaitu >> keterlambatan penyelesaian pekerjaan dari jadwal waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian / kontrak.

Solusi Mengatasi Fraud Dalam Pengadaan Alutsista
Untuk menghindari fraud dalam pengadaan alutsista, diperlukan adanya efisiensi sistem, baik pada tataran regulasi, implementasi, operasional, dan strategis.

Tataran regulasi (tahap perancanaan dan penganggaran):
  • Mengefektifkan sistem pengganggaran yang ada >> menhindari proyek alutsista yang mengada-ada 
  • Membuat peraturan dan melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya mark-up 
  • Membuat rencana yang matang terkait dengan pengadaan agar terhindar dari pengadaan yang mengarah kepada produk alutsista tertentu (kemungkinan KKN)

Tataran implementasi (tahap pelaksanaan kontrak dan pembayaran):
  • Melakukan pengecekan ulang (konfirmasi) agar syarat dan ketentan kontrak dan pembayaran terhindar dari fraud 
  • Meningkatkan kelengkapan kriteria berupa kelengkapan administrasi dan kelengkapan lainnya 
  • Menetapkan metode pelaporan untuk memonitor 
  • Memantau pembayaran kepada rekanan untuk melihat tren perubahan dalam syarat pembayaran
  • Menghindari penundaan kontrak jika masa pembayaran sudah waktunya >> jika masih memungkinkan kontrak ditunda, kemungkinan besar ada aktivitas suap.

Tataran operasional (tahap penyerahan pekerjaan, pemerliharaan, dan pemanfaatan):
  • Melakukan proses pra-kualifikasi tidak hanya satu kali dalam proyek pengadaan 
  • Membuat standard operasional terkait syarat administrasi dan teknis 
  • Pembatasan kewenangan otorisasi 
  • Melakukan perhitungan fisik secara periodik
  • Meninvestigasi dan rekonsilisasi perbedaan persediaan

Tataran strategis (tahap pemrograman dan pemilihan penyedia):
  • Menyediakan waktu yang cukup untuk memilih penyedia agar prasyarat mendapat panitia lelang yang baik dapat terpenuhi 
  • Mengumumkan proses pemilihan penyedia secara transparan (informasi secara lengkap dan terbuka)

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2019, June)
Christina Aguilera - Fighter