Wednesday, May 29, 2013

DKJ > IMSR > DA

Ketika nulis artikel ini (artikel curhatan alay yang ga ilmiah sama sekali), gue jadi keinget momen bulan Mei tahun lalu (2012). Kenangan yang paling mengesankan saat itu ada dua: (1) pas anak didik gue menang lomba debat Feksi 2012 se-Jakarta (dua tim sekaligus, yang ikut waktu si Khurry, Putri Mei, Randy, Topan, Laras, dan Afra); terus yang berikutnya (2) ketika gue merenung tiap malem di halte busway Patra, antara jam 22:30 s.d 23:00. Ngapain merenung tiap malem di situ? Ya nunggu busway lah, sekalian nunggu om-om atau tante-tante lewat. Kaga bro, hampir tiap hari gue ngajar privat di asrama Patra (deket rumah Pak Habibie), anak-anak didik gue (yang rutin tiap pekan belajar) di situ ada Dimas, Reshy, Evan, Arez, dll, bahkan si Evan dua kali seminggu. Jadi, ketika pulang ngajar, sambil nunggu busway, gue juga memikirkan nasib ke depan sambil bengong ga jelas. 

Salah satu yang gue pikirin (ketika bengong) di busway tepat setahun lalu adalah keputusan gue ketika keterima kuliah di Unhan kelanjutannya akan gimana? Pasti hidup gue akan berubah, dst dst, pokoknya gitu deh. Yang jelas berat banget rasanya gue harus ninggalin ngajar di beberapa sekolah, bimbel, dan privatan yang udah gue pegang – Sekarang gue lagi kuliah di Unhan, banyak banget suka duka yang gue alamin – Singkat cerita……. Setelah setahun berlalu, sebenernya gue sih asik-asik aja kuliah di situ, asik banget malah, temennya juga seru (baca: sangat bervariasi). Sayangnya gue masih belum bisa terlalu beradaptasi dengan aturan kampus 100%, bahkan 60% aja ga sampe kali, jadi gitu deh, ujung-ujungnya keteteran sendiri, nilai gue juga ga bagus-bagus banget, hufth.

Sekitar kurang lebih dua bulan lagi, gue akan mengakhiri studi belajar di Unhan (lebih tepatnya perkuliahan selesai, belum termasuk pengerjaan tesis). Ngomong-ngomong masalah tesis, pastinya harus ada pembimbing dong. Nah setelah tadi bagian pertama ngejelasin flashback gue setahun yang lalu, bagian kedua gue mau ceritain pembimbing tesis gue yang sangat super keren. Pembimbing 1 gue namanya Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D, terus pembimbing kedua gue namanya Prof. Dr. Ine Minara S. Ruky. Mereka berdua merupakan guru besar Fakultas Ekonomi UI. Gue ga akan ngebahas profile atau kehebatan mereka di sini, kalo masih ada yang penasaran silakan googling aja kedua nama di atas.

Inti ceritanya gini, semua kayak udah diatur menyerupai film dan atau sinetron.

Menurut gue lucu aja kalo diliat-liat skenario di atas. Pertama, ketika ngerjain skripsi S1 dan tesis S2, gue dibimbing oleh orang yang sama (IMSR). Kedua, gue dibimbing oleh DKJ, orang yang pernah membimbing pembimbing gue yang satunya lagi. Kalo mau di bikin persamaan matematis kurang lebih gini (cuma buat seru-seruan aja lho, ga usah dibikin serius):
  • Dedy Arfiansyah (DA) -- Prof. Ine Minara S. Ruky (IMSR) -- Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (DKJ)
  • DA < IMSR
  • IMSR < DKJ
  • DA < DKJ & IMSR
  • Jadi, kesimpulannya DA < IMSR < DKJ

Ya harapan gue, semoga bisa deh ngikutin pola pikir dan style mereka dalam nge-bimbing, sehingga hasilnya bisa sesuai dengan harapan bersama, dan yang pasti semoga bisa cepet lulus, aamiin.

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2019, June)
Christina Aguilera - Fighter