Saturday, July 12, 2014

Pola Spasial SMA Negeri Unggulan di Jakarta

Pendidikan menjadi isu yang sangat seksi bagi kedua pasang calon presiden dan wakil presiden RI, baik nomor urut satu maupun dua. Isu tersebut terdapat dalam visi misi mereka, yang selalu ditekankan ketika melakukan debat capres-cawapres. Tentu saja pendidikan merupakan faktor kunci yang penting dalam memajukan daya saing bangsa secara keseluruhan. Oleh karena itu, pendidikan perlu ditingkatkan dengan program wajib belajar 9 tahun, yang kemudian dilanjutkan dengan 12 tahun, dan bahkan (kalau bisa) hingga perguruan tinggi.

Program wajib belajar bertujuan untuk meningkatkan kesempatan belajar dan kualitas pendidikan. Berbicara kualitas, tentu akan sangat menarik bila dapat diteliti sekolah-sekolah mana yang dapat diklasifikasikan ke dalam sekolah unggulan dan non-unggulan, kemudian dilanjutkan dengan melihat daya saing dan pola spasial (clustering) tiap sekolah. Ruang lingkup artikel ini akan dipersempit untuk menganalisis Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang berada di wilayah DKI Jakarta. Seperti yang kita ketahui bersama, Jakarta menjadi barometer nasional dalam hal apapun.

Sekolah Utama (Leading School) pada Tiap Kotamadya, 2014
Jakarta merupakan sebuah laboratorium yang sempurna untuk melihat pola spasial sekolah negeri unggulan dan non-unggulan. Hal ini disebabkan karena terdapat banyaknya SMA Negeri yang tersebar di seluruh Jakarta, dari SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 115. Untuk menganalisisnya, artikel ini menggunakan nilai ujian nasional SMP di Jakarta tahun 2014, yang diikuti oleh 132.157 siswa SMP atau sederajat. Data yang digunakan yaitu statistik PPDB SMA jalur regular tahap 2 lokal periode 2014/2015.

Tahap 2 lokal saya pilih karena lebih representatif dalam melihat kemampuan akademik SMA tertentu yang berada di suatu wilayah. Perlu diketahui, pada jalur lokal, siswa hanya diperkenankan mendaftar sekolah di zona yang berada pada tempat tinggalnya saja. Sebagai bahan perbandingan, saya juga mencantumkan data jalur lokal pada tahun ajaran 2013/2014 dengan tujuan mengetahui perubahan yang telah terjadi. Gambaran detail SMA di tiap zona pada masing-masing kotamadya, dapat dilihat, pada tabel di bawah ini:

Jakarta Pusat
  • Zona 1: Cempaka Putih, Kemayoran, Johar Baru, Senen.
  • Zona 2: Tanah Abang, Gambir, Sawah Besar, Menteng.
  • Pada tahun 2014, seluruh SMA yang berada di zona 1 mengalami peningkatan skor dibandingkan tahun sebelumnya. Zona 1 menjadi satu-satunya wilayah yang seluruh sekolahnya mengalami peningkatan di DKI Jakarta.
  • Sementara itu, pada zona 2 pertumbuhan positif hanya dimiliki oleh SMA 24 dan SMA 35. Sisanya, mengalami penurunan.  
  • SMA 68 (bersama dengan SMA 77) menjadi leading school tahun 2014 di Jakarta Pusat.
  • Salah satu penyebab SMA 68 bisa menjadi leading school karena di wilayah tersebut berada satu kompleks dengan salah satu SMP favorit di Jakarta, yaitu SMP 216.

Jakarta Utara
  • Zona 3: Koja, Tanjung Priok.
  • Zona 4: Kelapa Gading, Cilincing.
  • Zona 5: Penjaringan, Pademangan, Taman Sari, Tambora, Grogol, Petamburan.
  • SMA 72, SMA 92, dan SMP 115 merupakan tiga sekolah yang memiliki skor masuk rata-rata dibawah 7,00. Skor tersebut merupakan range teredah dari seluruh SMA Negeri yang terdapat di DKI Jakarta.
  • Pada zona 4, terdapat 9 SMA. Namun, seluruh skornya di bawah 8,00. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kotamadya Jakarta Utara perlu fokus pada zona Kelapa Gading dan Cilincing.
  • SMA 2 memiliki skor yang cukup tinggi. Namun, pertumbuhannya negatif. Secara keseluruhan terjadi penurunan skor tahun ini pada zona 5.
  • Satu-satunya leading school (specialized clusters) Tahun 2014 di Jakarta Utara, yaitu SMA Negeri 13.
  • Selain faktor input, perlu analisis lanjutan tentang apa yang menyebabkan wilayah ini relatif tertinggal dibandingkan kotamadya lain, apakah mungkin disebabkan oleh faktor geografis, ekonomi, sosial penduduk, atau yang lainnya. 

Jakarta Barat
  • Zona 6: Kalideres, Cengkareng.
  • Zona 7: Kembangan, Palmerah, Kebon Jeruk, Kemanggisan.
  • 2014, terjadi penurunan skor jika dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terbesar terjadi pada SMA 96 (minus 0,30 poin). Sementara itu, peningkatan skor terbesar terdapat di SMA 65 (naik sebesar 0,27 poin).
  • Leading school tahun 2014 di Jakarta Barat, yaitu SMA Negeri 78 dan SMA Negeri 65.
  • Eksistensi SMA 78 cenderung konsisten dalam hal prestasi akademik pasca penghapusan SMA RSBI, sedangkan SMA 65 merupakan fenomena munculnya SMA baru karena dari tahun ke tahun trennya cenderung meningkat.

Jakarta Selatan
  • Zona 8: Pesanggarahan, Kebayoran Lama
  • Zona 9: Kebayoran Lama, Cilandak
  • Zona 10: Tebet, Setiabudi
  • Zona 11: Pasar Minggu, Jagakarsa, Pancoran, Mampang Prapatan
  • Pada zona 11, SMA 55 mengalami penurunan yang lumayan signifikan karena gedung sekolah tersebut masih dalam tahap renovasi sehingga siswanya mengungsi ke sekolah lain. Hal ini dapat berpengaruh terhadap peminat, baik dari orang tua murid maupun siswa itu sendiri.
  • Leading school tahun 2014 di Jakarta Selatan, yaitu SMA Negeri 8, SMA Negeri 26, SMA Negeri 28, SMA Negeri 34, SMA Negeri 38, SMA Negeri 47, dan SMA Negeri 49.
  • Hampir tiap zona memiliki SMA unggulan, dimana dapat diidentifikasi "mesin pertumbuhan utama" di masing zona, yaitu zona 8 (SMA 47), zona 9 (SMA 34), zona 10 (SMA 8), dan zona 11 (SMA 28). 

Jakarta Timur
  • Zona 12: Pasar Rebo, Ciracas
  • Zona 13: Makasar, Kramat Jati, Cipayung
  • Zona 14: Jatinegara, Duren Sawit
  • Zona 15: Matraman, Pulo Gadung
  • Zona 16: Cakung
  • Leading school tahun 2014 di Jakarta Timur, yaitu SMA Negeri 12, SMA Negeri 14, SMA Negeri 21, SMA Negeri 39, SMA Negeri 48, SMA Negeri 61, SMA Negeri 71, dan SMA Negeri 81.
  • Serupa dengan Jakarta Selatan,  tiap zona memiliki SMA unggulan, dimana dapat diidentifikasi "mesin pertumbuhan utama" di masing zona, yaitu zona 12 (SMA 39), zona 13 (SMA 81), zona 14 (SMA 61), dan zona 15 (SMA 21). 

Pola Kluster SMA Negeri Unggulan di Jakarta
Kotamadya manakah yang lebih menjadi distrik paling baik dalam menjelaskan leading school di Jakarta? Sebagian kotamadya di Jakarta merupakan specialized clusters dengan hanya memiliki satu atau dua SMA yang "dominan". Sebagian kotamadya yang lainnya lagi, memiliki beberapa SMA yang menjadi leading school. Tabel di bawah ini memberikan informasi terperinci mengenai wilayah kotamadya yang menjadi konsentrasi leading school di Jakarta.

Berdasarkan data di atas, kotamadya Jakarta Selatan boleh dikata merupakan “jantung” pendidikan di DKI Jakarta. Pola spasial SMA unggulan terkonsentrasi di wilayah Jakarta Selatan, terutama zona 11 dan 10. Pada tahun 2013, SMA Negeri yang berada di zona tersebut, memiliki rata-rata nilai 8.46 (zona 11) dan 8.18 (zona 10). Setahun kemudian, zona 10 mengalami peningkatan menjadi 8,33, sedangkan zona 11 justru menurun 0,03 poin. Kendati terjadi penurunan, zona 11 tetap merupakan zona dengan nilai tertinggi di DKI Jakarta.

Jakarta Selatan boleh menjadi kluster leading school di DKI Jakarta. Namun, sayangnya tidak satu pun SMA di Jakarta Selatan yang memiliki program studi Bahasa. Program bahasa hanya dapat ditemukan di:
  • Jakarta Pusat: zona 2 (SMA 35)
  • Jakarta Utara: zona 3 (SMA 18 & SMA 110) dan zona 4 (SMA 72)
  • Jakarta Barat: zona 6 (SMA 33 & SMA 84)
  • Jakarta Timur: zona 13 (SMA 113) dan zona 15 (SMA 31)

Permasalahan selanjutnya, siswa yang masuk program studi bahasa memiliki nilai masuk rata-rata yang relatif lebih rendah dari pada program studi IPA dan IPS. Rata-rata masuk tertinggi terdapat di SMA 31 (7,57) dan terendah di SMA 72 (6,80). Artinya, siswa yang masuk pada program bahasa boleh jadi belum dapat dikatakan bersaing jika dilihat dari indikator nilai masuk rata-rata. Bukan berarti statement tersebut meng-undervalue-kan program bahasa, perlu ditinjau kembali eksistensi program tersebut. Apakah akan tetap berada di SMA dengan melakukan pembenahan, atau justru dilebur ke SMK agar lebih aplikatif dan berdaya saing.


Sumber Spesialisasi Leading School Zona 11
Spesialisasi digunakan untuk mengukur tingkat konsentrasi sekolah di suatu kluster (dalam hal ini kotamadya). Pada umumnya, spesialisasi timbul dari kesinambungan antara input, proses, dan output. Pada tahun 2014, keunggulan komparatif SMA di DKI Jakarta dapat dinikmati oleh Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Artinya, sekolah-sekolah tertentu di kotamadya tersebut lebih "menikmati predikat unggulan" dibandingkan dengan daerah lainya. Untuk mengetahui dari mana input yang handal (red: anak SMP berkualitas) diperoleh, kita dapat melihat asal SMP siswa yang telah diterima di SMA yang berada pada zona 11 (sebagai sampel utama).

Berdasarkan pengolahan data jalur lokal, dapat diketahui terdapat 647 siswa yang diterima di SMA zona 11, siswa tersebut tersebar di SMA 28, SMA 38, SMA 49, SMA 55, SMA 97, dan SMA 109. Zona 11 dapat unggul karena lima SMP turut berkontribusi membentuk kluster leading school di Jakarta Selatan. Kelima SMP tersebut telah "menitipkan" alumninya di SMA zona 11 sebesar 43,74% dari 647 siswa. Berikut perincian secara lebih spesifik (data lebih detail dapat ditanyakan langsung kepada saya, klik di sini).

Peringkat 1, SMP 41 Jakarta, 102 orang (15,77%)


Peringkat 2, SMP 107 Jakarta, 57 orang (8,81%)


Peringkat 3, SMP 98 Jakarta, 43 orang (6,65%)


Peringkat 4, SMP 131 Jakarta, 43 orang (6,65%)


Peringkat 5, SMP 85 Jakarta, 38 orang (5,87%)


Skor pada jalur lokal, relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan jalur umum. Jika jalur lokal saja, kelima SMP tersebut telah berkontribusi besar, maka secara otomatis dipastikan besar pula kontribusinya pada jalur umum. Jadi, kelima SMP tersebut dapat dijadikan pilihan SMP yang utama untuk mengenyam pendidikan.

Jadi, bagi orang tua murid dan calon siswa yang tinggal di Jakarta, khususnya di kawasan Pasar Minggu, Jagakarsa, Pancoran, dan Mampang Prapatan, Saya merekomendasikan untuk bersekolah atau menyekolahkan anaknya di:
  • Level SMP: SMP 41, SMP 107, SMP 98, SMP 131, SMP 85. Atau pilihan SMP lainnya: SMP 227, SMP 182, SMP 56, SMP 166, SMP 211. Jika melalui jalur umum, SMP 115 bisa menjadi pilihan yang baik, selain SMP 41.
  • Level SMA: SMA 28, SMA 38, SMA 49, SMA 109, SMA 60, SMA 97, dan SMA 55. Pilihan SMA lain dapat memilih di zona 10, 9, dan 8 (untuk SMA yang bagus di Jakarta Selatan lebih banyak pilihan).

Intermezzo
Setelah membaca dan mengetahui fakta di atas, saya berharap artikel ini dapat berguna dan ditindaklanjuti oleh beberapa pihak, antara lain:
  • Kemendikbud RI dan Pemda DKITolong, Pak! analisis ulang lagi terkait eksistensi program Bahasa di SMA, apakah sebaiknya tetep ada dan harus ditingkatkan, atau dihapus dari SMA dan kemudian dilebur dengan SMK.
  • Para mahasiswa jurusan pendidikan murni, terutama UNJ, dll. Sebenarnya, topik ini bisa dijadiin skripsi dan bahkan tesis. Inti tujuannya, bisa ngeliat dan nge-analisis klustering serta daya saing SMP dan SMA Negeri. Pertanyaan yang mungkin dapat dijadiin hipotesa, sbb:
  1. Sepengetahuan saya, dulu SMA di zona 11 tuh biasa-biasa aja, tapi kenapa makin ke sini makin bagus, apa makin deket dengan UI, maka kualitas SMA bisa jadi bagus?
  2. Terus kenapa ya, makin ke atas peta Jakarta (red: Jakarta Utara) nilai dari tahun ke tahun selalu lebih rendah?
  3. Ada ga sih hubungannya antara SMA yang favorit dengan SMP yang favorit? misal apakah SMP 115 selalu bedol desa ke SMA 8?
  4. Berapa tahun sekali siklus sekolah favorit dapat berubah? misal, dulu SMA 3 jadi sekolah unggulan sebelum dugeser statusnya oleh SMA 8.
  5. Terdapat perbedaankah antara predikat unggulan dan favorit?
  6. Kalo pertanyaan-pertanyaan itu bisa dijawab, kan bisa dikaitin dengan manajemen sekolah, dan analisis lainnya yang diperluin.
  • Kepsek, guru, dan pihak sekolah yang terkait. Selama ini, UN jadi penting banget karena nentuin masuk ke sekolah bagus dan atau biasa aja. Maka itu, tolong awasin siswa  supaya ga pake bocoran. Saya ga yakin kalo di sekolah bagus pun (baik SMP maupun SMA) yang 100% siswanya tanpa bocoran. Bocoran mendistorsi hasil secara keseluruhan, maka itu perlu regulasi yang tegas.
  • Panitia POSTIG, dan panitia lain yang bikin lomba atau kompetisi apapun. Tolong deh, kalo cari input yang potensial. Misal panitia POSTIG, kalo mau promosiin SMA kalian, cari SMP yang sekarang lagi bagus supaya tepat sasaran. Tujuannya utamanya satu, promoin sekolah kalian supaya dikenal lebih awal, sehingga “si anak SMP yang pinter dan cakep itu” tertarik, dan SMA kalian bisa dapet input bagus. Terus, buat ABNONKU dan kompetisi yang lain, akan lebih ok kalau kandidatnya ada yang dari SMA unggulan. Sebagian orang berpendapat input bagus kurang penting. Bukankah kalo kita ibaratin klub bola (misalnya Chelsea), makin banyak pemain bagusnya, maka makin banyak pilihan, terus makin enak buat diolah dan dipoles-poles. Input bukan segalanya, tapi dengan input (yang ok) bisa menjadi segalanya :D
  • Lembaga bimbel di manapun. Supaya Jakarta (dan Indonesia pastinya) bisa lebih baik, tolong bimbel masuk ke SMA yang secara relatif nilainya masih biasa aja dengan harga terjangkau. Jangan Cuma masuk ke SMA yang bagus aja sehingga terjadi gap antara SMA unggulan dan SMA “kasta biasa”. Satu lagi, terkait bocoran, udah lah STOP jangan bikin kunci jawaban terus bocor. Kekayaan negara aja udah bocor, masa iya kali mau terus aja ngebocorin jawaban. Saya ngerti, situ nyari duit dengan dalih bocoran ada demand-nya, tapi percaya dong itu menyesatkan orang, yang bikin juga makan duit haram kan. Suatu saat pasti ada karma, karma does exist buat pengedar dan pemakai bocoran, cepat atau lambat, dalam bentuk apapun.

14 comments:

  1. SMA UNGGULAN DI Jakarta..masih ada.. sudah 2 tahun ini.. saya di sman 8 jakarta.. menajdi sekolah reguler bro,..

    ReplyDelete
  2. Memang sekolah unggulan sudah tidak ada. Namun, predikat unggulan masih tetap (selalu) ada, terbukti dari:
    1. Nilai masuk atau input yang ok ( http://darfians.blogspot.com/2014/07/sma-negeri-di-jakarta-dalam-statistik.html ).
    2. Ouput atau lulusan yang fantastis banyak diterima di PTN ( seperti yang tertera di sini: http://wangsajaya.wordpress.com/ ).

    Artikel ini ingin membuktikan (setidaknya dari sisi input), bagaimana predikat sekolah unggulan setelah status unggulan dihapus, apakah masih tetap bertahan atau beralih ke sekolah lain. Kemudian ingin mengedukasi pemilih 2015 agar lebih rasional dalam memilih sekolah.

    ReplyDelete
  3. Mau bikin skripsi tentang ini ah kak ian hehehe. Nanti ajarin ya. Datanya saya olah pake software GIS juga nanti :D (masih setaun lagi)

    ReplyDelete
  4. Nice! Cari pembimbing dari sekarang yang expert pada topik tsb. Kalo sm sy, diskusi2 informal aja.

    ReplyDelete
  5. SMAN 8 JKT, Nem nya Sangaarrrr.
    Padahal profil SMA Unggulan ada di SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta

    ReplyDelete
  6. Iya kak. Ada dosen saya kece banget dia alumni SMA 3 juga loh. Btw, itu pak wangsajaya juga alumni geografi UI kayanya

    ReplyDelete
  7. Permasalahan selanjutnya, siswa yang masuk program studi bahasa Memiliki nilai masuk rata-rata yang relatif lebih rendah daripada program studi IPA dan IPS. Rata-rata masuk tertinggi terdapat di SMA 31 (7,57) ....

    ==========================
    Tolong diperbaiki, rata-rata masuk tertinggi program bahasa di SMA 31 adalah 8,78 bukan 7,57. Terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Siang Mas, tks koreksinya. Yang saya input merupakan rata-rata jalur lokal tiap sekolah, bukan jalur umum. Analisis dalam tulisan ini fokus pada jalur lokal dengan pertimbangan tertentu. Memang fakta di seluruh sekolah, rata-rata jalur lokal jauh lebih rendah dari pada jalur umum.

    ReplyDelete
  9. Kalau memang dari jalur lokal, seharusnya adalah 8,05 bukan 7,57. Begitu yang saya lihat di situs PPDB.

    ReplyDelete
  10. Maaf, sepertinya saya salah paham dengan rata-rata yang dimaksud.

    ReplyDelete
  11. Iya gpp Mas Mario, mungkin beda tahun aja. Jadi kita melihat tahun yang berbeda. Benar begitu?

    ReplyDelete
  12. Kalau dibaca artikel ini, tersirat sepertinya Bapak ingin mengembalikan predikat dan citra SMA 3 menjadi Teladan lagi. Menurut saya tidak hanya menunggu dari hasil seleksi PPDB saja. Padahal secara lokasi SMA 3 berada di tengah pusat bisnis segitiga Jakarta. Diantara gedung2 megah dan orang2 kantoran berdasi. Mestinya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi calon siswa. Satu lagi sebenarnya SMA 3 dikelilingi sekolah2 berkualitas spt: SMP 19, SMP 11, SMP 115, SMP 1 lalu SMP Santa Ursula, SMP Canisius, SMP St Theresia, SMP Al Azhar, SMP Lab School, SMP Tarakanita, SMP PSKD dll. Mungkin dgn cara jemput bola, presentasi dan promosi guna menarik minat siswa2 SMP tsb memilih SMA 3. Mungkin kurang sosialisasinya jg.

    Hal yg jadi pertimbangan utama bagi calon siswa adalah prestasi akademik.Kejadian2 tdk terpuji yg diberitakan, hal itu mutlak harus diberantas tuntas...

    Bravo SMA 3 Jkt semoga bisa jaya kembali.

    ReplyDelete
  13. Iya benar sekali Mas Rudy. Sebagai salah satu alumni (dan tiap alumni dari sekolah manapun) pasti menginginkan yg terbaik untuk almamaternya. Btw tks ya untuk masukan2nya, semoga kami bisa mentindaklanjutinya dengan segera.

    ReplyDelete
  14. Guru Renang Belajar Kursus Privat Semua Gaya Berenang Pelatih Renang Profesional Jakarta http://www.gururenang.com 081286606678, 081286608678

    Anda pengen mahir berenang? Siap melatih renang bagi siapapun untuk umur berapapun. Team Pelatih Renang Kami siap memberikan Les Privat Renang Di Kolam Renang Apartemen Jakarta Pusat, Apartemen Jakarta Barat, Apartemen Jakarta Timur, Apartemen Jakarta Utara, Apartemen Jakarta Selatan.

    Bagi Anda yang memiliki Anak, segera pastikan Anak Anda dapat berenang. Dengan renang akan membuat stamina Anak kuat dan pertumbuhan badan meningkat pesat. Serta tentu akan melatih kepercayaan tinggi.

    Untuk Anda yang sudah dewasa atau beranjak tua. Jangan takut, tidak ada kata terlambat. Dengan melatih olahraga renang, otot otot tidak akan kaku dan mencegah Syaraf kejepit. Saya siap melatih renang bagi siapapun Anda dengan ketentuan sbb:

    - Paket Renang 6x Pertemuan Untuk 1 Bulan Rp 1 Juta atau Rp 150rb Per Pertemuan Di Kolam Renang Jakarta.
    - Satu sesi belajar renang kurang lebih 1,5 Jam.
    - Pembayaran dibayar dimuka.
    - Biaya belum termasuk Tiket masuk ke kolam renang.
    - Terima Kursus Private Satu orang, atau Semi Privat lebih dari satu orang.
    - Siap untuk melatih renang dimanapun Anda berada di Jakarta.
    - Kolam Renang bisa Anda yang pilih, atau bisa juga tempat kolam renang berdasarkan masukan dari saya.
    - Jadwal belajar Renang bisa ditentukan berdasarkan kesepakatan dua belah pihak.
    - Siap melatih bagi Anda yang belum bisa renang sama sekali, atau bagi Anda yang bermaksud untuk memperlancar setiap gaya renang.
    - Siap melatih Renang Gaya Dada/Breaststroke Swim, Renang Gaya Bebas/Freestyle Swim, Renang Gaya Kupu Kupu/Butterfly Swim, Renang Gaya Punggung/Backstroke Swimming. Tergantung minat Anda.

    Ayo, segera hubungi HP/WA di 081286606678. Saya sebagai perenang yang telah menguasai renang dari umur 5 tahun sampai sekarang aktif di Kompetisi Renang umur Senior, siap melatih Anda untuk dapat percaya diri berlatih olahraga renang. www.gururenang.com
    GuruRenang.Com siap juga menerima Kursus Belajar Renang untuk Pelajar Sekolah SD, SMP, SMU secara kelompok yang dapat dikerjasamakan dengan seluruh Sekolah baik Negeri/Swasta di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur.
    Team Guru Renang siap memberikan Les Privat Kursus Renang dengan Pelatih Renang/Swim Coach Pria Wanita berpengalaman untuk di Kolam Renang Umum Jakarta seperti di Kolam Renang Jakarta Pusat, Kolam Renang Jakarta Barat,Kolam Renang Jakarta Selatan, Kolam Renang Jakarta Timur,Kolam Renang Jakarta Utara.

    ReplyDelete

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2018, July)
Celine Dion - I'm Alive