Sunday, August 17, 2014

69 Tahun Indonesia Merdeka

17 Agustus 2014, Indonesia telah 69 kali memperingati kemerdekaan. Namun, jika ditinjau dari banyak aspek, sebenarnya kita belum merdeka secara hakiki. IMHO, Merdeka adalah saat 'Soekarno Hatta' berbaris rapi di dalam dompet. Jika yang berbaris 'Pattimura' berarti masih (butuh) perjuangan.

Maksud statement tersebut sangat jelas tidak implisit, merdeka adalah suatu kondisi ketika kita terhindar dari kemiskinan (kebodohan, kemelaratan, dan apapun turunannya). Selain itu, kondisi merdeka ketika kita bukan sebagai inlander, yang  harus merasa terjajah dalam banyak hal di negara sendiri, 'takut dengan bule', dan terjebak dalam penjajahan bentuk baru, yaitu 4F (Fun, Food, Fashion, dan Film).

Pada HUT RI yang ke-69, saya akan menyajikan 6 opini dari beberapa orang hebat dengan dispilin ilmu berbeda. Berikut 6 opini tentang apa arti sebuah kemerdekaan.

Yuda Sugiarta, FKUI (Ilmu Kedokteran, semester 5)
Menurutku, Indonesia merdeka itu Indonesia sehat. Taraf kesehatan meningkat, angka kematian ibu dan anak rendah, kasus gizi buruk berkurang, penyebaran penyakit menular (infeksi) bisa ditekan, dan semua elemen masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Indonesia sehat tentunya nasib dokter juga diperhatikan. Jangan kita sebagai dokter diminta belajar selama 6 tahun tetapi jaminannya masih kurang.

Feliciana Lentini, Fasilkom UI (Ilmu Komputer, semester 3)
Merdeka yaitu bebas untuk berkarya sesuai talenta dan kemampuan setiap orang dan bebas untuk berkontribusi bagi bangsa dan dengan cara apapaun. Tapi bukan berarti karena bebas jadi bercerai berai, melainkan dengan kebebasan itulah bisa menjunjung kesatuan (in another words, freedom in unity).






Cakra Yudiputra, FEB UIN (Akuntansi, semester 3)
Kemerdekaan itu merupakan titik nol, titik awal menuju sebuah karya. Apa maksudnya? Dalam berkarya, seorang harus merdeka jiwa dan raganya, agar bisa menuangkan wujud abstrak yang ada dalam fikiran menjadi sebuah tindakan ataupun bentuk rill lainnya tanpa intervensi apa / siapapun dalam menentukan arah dan tujuannya. Kemedekaan tidak cukup hanya lepas dari penjajah dalam wujud fisik, tetapi segala bentuk yang menjadi halangan seseorang dalam berkarya merupakan "penjajah".

Wika Maulany Fatimah, FTSL ITB (Teknik Sipil dan Lingkungan, semester 1)
Kemerdekaan itu sama kayak sebuah bangunan. Membangunnya nggak bisa cuma satu bidang keahlian, tapi butuh banyak rumpun berbeda yang bekerja sama untuk ngebangun bangunan itu. Dan saat bangunan itu sudah jadi, gak cuma sampe situ aja, karena bangunan tersebut perlu dijaga, supaya gak runtuh. Dan menjaganya itu juga butuh persatuan rumpun-rumpun yang ngebuat tadi. Sama kayak kemerdekaan, banyak orang berbeda yang bersatu untuk meraih satu tujuan, kemerdekaan, dan saat sudah tercapai, masih dibutuhkan persatuan itu untuk menjaga agar tetap bersatu dan tetap merdeka. Saya harap, saya dapat menjadi salah satu bagian dari para penjaga kemerdekaan tersebut, dengan berkontribusi di bidang saya.


Pebriano Saka Perkasa, SMAN 3 Jkt (Kelas XII IPA, semester 5)
Menurut saya, arti kemedekaan bukan sekedar terbebas dari imperealisme semata, tetapi hakikat dari kemerdekaan itu adalah berdaulat, wilayah yang berdaulat dan rakyat yang berdaulat merupakan wujud dari kemerdekaan bangsa ini, sehingga bangsa kita dapat menentukan nasib dan masa depannya sendiri.





Khurryah Arinal Khaq, FPSI UI (Ilmu Pskikologi, semester 3)
Kemerdekaan adalah kita memiliki hak sepenuhnya terhadap diri kita sendiri baik secara fisik ataupun psikis tanpa harus merasa tertekan oleh pihak lain. Kemerdekaan tertinggi di era ini adalah ketika kita merasa yakin terhadap kemampuan diri dan dapat mengaktualisasikannya, seperti yang dikatakan Abraham Maslow dalam  Hierarchy of Needs-nya.

0 Comment:

Post a Comment

Contact

Contact me:

Facebook: Dedy Arfiansyah

Linkedin: Dedy Arfiansyah

Youtube: @darfians

Twitter: @DArfians

Line: @darfians

Instagram: @darfians

Email: ianomics@gmail.com

Email: dear51@alumni.ui.ac.id

Carousell: https://carousell.com/darfians

Address:

Jl. Setiabudi II Jakarta Selatan

Work Time:

Monday - Friday, from 10am to 6pm

Phone:

+62 813 177 60 888

My Fav Song (2019, January)
Christina Aguilera - Fighter